Rabu, 04 Januari 2017

Lembah Silikon Asia

Bismillah

Silikon memiliki kerabat dekat dengan germanium karena memiliki elektron valensi yang sama: empat. Elektron valensi empat memiliki sifat semi konduktor, sifat yang mampu meneruskan arus listrik, atau menahannya. Keduanya biasa digunakan dalam komponen elektronika seperti dioda dan transistor serta turunannya, LED dan microprocessor. Lembah silikon, berarti sebuah tempat berisikan riset teknologi elektronika tercipta secara masif.

Awal istilah ini muncul tahun 1971 pada Electronic News di Amerika. Lokasi yang dimaksudkan adalah San Fransisco bagian selatan sebagai tempat 39 markas bisnis teknologi elektronika dan ribuan startup. Di lembah silikon ini (silicon valley), orang-orang berdatangan dari berbagai negeri tidak hanya unutk mengembangkan teknologi. Berapapun umurnya, dari manapun asalnya, orang-orang datang untuk saling memberi bantuan, baik sebagai partner, mentor, bahkan sebagai donor. Salah satu perusahan di bidang teknologi energi, Lightsail, didanai oleh Bill Gates sebesar 43 juta dolar! Bagaimana dengan Asia?

Minggu, 14 September 2014

Kajian Hadist #1 SDM Iptek

Bismillah
Segala puji bagi Allah, kepada-Nya kita memuji, memohon pertolongan, memohon ampunan, dan memohon perlindungan dari bahaya diri kita dan buruknya amal-amal perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk Allah ta’ala maka tiada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk –kecuali dengan izin Allah-. Dan saya bersaksi tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah ta’ala semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Malam Sabtu ini Ma'had UI terasa sepi. Betapa tidak, sebagian dari kami masih ada kegiatan seusai Seminar Life di mushala SDIT Al Uswah. saat itu jam dinding mushala menunjukkan pukul 21.30. Ada yang mengurusi pengaderan, ada juga yang mengurusi arak-arakan untuk wisuda ITS #110. Padahal, besok kami ada undangan dari SDM Iptek untuk menghadiri kajian yang diisi Ust. Sahuri dari Camplong, Madura. Akhirnya, selepas subuh lalu membaca Al Quran dan dzikir pagi di mushala SDIT Al Uswah, sebagian dari kami kembali ke kamar karena harus menggenapkan tidur. Sebagian yang tidak ada kegiatan malam berangkat ke SDM Iptek.

Tak pernah kami sangka sebelumnya, kami memasuki ruangan yang bermandikan pendar sinar matahari dari atap fiberglass dipenuhi mahasiswa-mahasiwa (bahkan dosen) yang siap menanti datangnya Ust. Sahuri. Saat itu mereka membaca dzikir pagi bersama-sama. Kami hanya duduk sambil menggerakkan bibir mengikuti dzikir pagi seingat kami. Seusai dzikir pagi selesai, kami membaca Al Quran sendiri-sendiri. Tak lama kemudian, Ust. Sahuri datang. Beliau membawakan sebuah hadits yang Beliau tulis di papan tulis. Kurang lebih, isi kajian kami tuliskan di bawah ini.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap baik. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, dan janganlah engkau merasa lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan 'law' (seandainya) dapat membuka amalan syaitan.” (HR. Muslim)

Ada beberapa poin yang bisa kami jelaskan terkait hadist di atas

  1. Di sini tidak dijelaskan, mukmin yang kuat itu seperti apa. Apakah badannya, jasmaninya, ilmunya, atau hartanya. Ini menandakan bahwa kuat ini memakai makna umum, baik berupa jasmaninya, ruhiyahnya, fikriyahnya, maaliyahnya, dll.
  2. Ada "lebih baik" dan "keduanya tetap baik". Apa maksudnya? Keduanya tetap baik karena sama-sama beriman, sama-sama dicintai Allah.
  3. Ketika seseorang sudah cinta, ia akan mau memberikan apa saja untuk yang dicinta. Bagaimana jika dicintai Allah?
  4. Tetaplah bersemangat dan meminta pertolongan Allah sekalipun mampu. Siapa yang memberi ilmu, harta, dan kekuatan? Allah bukan?
  5. Jangan merasa tak mampu, tetaplah optimis.
  6. Sudah bersemangat, sudah penuh rencana, ketika ada musibah menimpa kita diluar saja, janganlah disesali apa-apa yang telah dilakukan dengan mengatakan, "seandainya begini, begini, begini" tetapi katakanlah "Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah dia kehendaki pasti terjadi."~seperti yang sudah tertulis di atas.


Kajian di sini diselingi dengan cerita-cerita yang tak membosankan sehingga jarang di antara peserta yang mengantuk. Terlebih lagi ketika MC membawakan acara yang membuat kami tertawa.

Kamis, 22 Mei 2014

Bullshit: Suara Rakyat Suara Tuhan

"Apakah suara terbanyak adalah suara Tuhan? Omong kosong. Berani sekali manusia mengklaim sepihak, fait accompli suara Tuhan. Coba kau bayangkan sebuah kota yang dipenuhi pemabuk, pemadat, mereka mayoritas, maka saat undang-undang tentang peredaran minuman keras dan ganja disahkan melalui referendum warga kota, otomatis menang sudah mereka. Bebas menjual minuman keras di mana-mana, mabuk-mabukan di manapun. Juga masalah lain seperti pernikahan sesama jenis, kebebasan melakukan aborsi bayi. Bahkan dalam kasus ekstrem, jika mayoritas penduduk kota sepakat pembunuhan adalah tindakan legal, maka di mana suara Tuhan?"



Apakah suara terbanyak adalah suara Tuhan? Omong kosong. Berani sekali manusia mengklaim sepihak, fait accompli suara Tuhan.

Kita orang Indonesia sudah seharusnya menghentikan kalimat suara rakyat suara Tuhan, apalagi jika beragama Islam. Itu cuma slogan perlawanan orang-orang yang sedang dilanda emosi di belahan dunia sana.

Wajar pula jika kalimat itu digebyarkan di Perancis yang disebut-sebut sebagai negeri peletak awal demokrasi modern. Dulu Perancis dikuasai oleh pemerintahan otokrasi. Raja adalah wakil Tuhan. Bentengnya adalah para bangsawan dan penghulu agama (bukan Islam). Raja, bangsawan, dan pemimpin agama itu disebut masyarakat feodal.

Dalam perkembangan sejarahnya, timbul golongan masyarakat baru, yaitu golongan pengusaha. Mereka punya banyak perusahaan, industri, dan karyawan. Agar perusahaannya lebih untung, mereka harus memiliki kekuasaan dalam pemerintahan. Mereka memang yang paling tahu aturan-aturan dan undang-undang yang bisa menguntungkan usahanya, bukan raja, bangsawan, ataupun pendeta.

Para pengusaha merasa tidak bebas, tertekan oleh pemerintahan feodal. Hanya golongan pemerintah yang untung. Mereka tidak bisa mengembangkan usahanya ke tingkat maksimal. Akhirnya, mereka sepakat untuk merebut kekuasaan. Akan tetapi, mereka tak memiliki kekuatan untuk menjatuhkan pemerintahan.

Setelah berpikir, mereka pun memutuskan untuk menggunakan rakyat jelata sebagai senjatanya. Rakyat pun dipengaruhi, ditipu, dikaburkan pemikirannya, diajak bergerak. Mereka membohongi rakyat agar mau bergerak untuk mewujudkan liberte, fraternite, egalite (kebebasan, persamaan, persaudaraan). Rakyat pun bergerak karena memang pemerintahan feodal itu benar-benar menyengsarakan. Kaum pengusaha berhasil membuat rakyat menjadi alat perangnya.



Revolusi pun berhasil, menang. Raja hancur, bangsawan minggir, para pendeta tersungkur. Para pengusaha menang. Selanjutnya, dibentuklah sistem pemerintahan demokrasi. Setiap orang bisa memilih, bisa menjatuhkan menteri, bisa rapat berkumpul seperti rapat para raja, dan rakyat ikut bersuara dalam pemerintahan. Akan tetapi, pada saat yang sama pula rakyat dengan mudah di-PHK, ditindas, diberi upah kecil, dibeli paksa tempat tinggalnya, hasil produksi rumahannya ditolak oleh pengusaha, dipersulit dengan bunga pinjaman mencekik, tak jelas apa yang bisa dimakan esok hari. Hal itu disebabkan rakyat yang telah digunakan berperang itu tidak memiliki bagian dalam menentukan aturan-aturan perusahaan. Mereka yang duduk di parlemen adalah orang-orang yang dekat dengan para pengusaha atau pengusahanya itu sendiri. Tentunya, pasti aturan-aturan yang dibuat adalah untuk kepentingan pengusaha, bukan untuk rakyat. Rakyat tetap menderita. Jadilah negeri itu kapitalistis.

Semboyan yang dulu digunakan adalah hanya teriakan kosong sebagai penyemangat. Setelah para pengusaha itu mendapatkan kekuasaan, semboyan itu ditinggalkannya, cuma tercatat dalam sejarah.

Minggu, 20 April 2014

Bosan Sekolah

http://liberalarts.udmercy.edu/image-library/MP900341471.JPG


"Kamu harus sekolah agar bisa memasuki dunia kerja. Dengan bekerja, kamu akan memiliki kesejahteraan. Dengan kesejahteraan, kamu bisa hidup mapan." Aku benci ketika orang mengatakan, "Sekolah itu kunci sukses."







Mari kita lihat kenyataannya. Bukankah 8 dari 10 orang terkaya di dunia tak menyelesaikan pendidikannya di bangku sekolah? Steve Jobs, Bill Gates, Richard Bonson (sopo iku?), Oprah Winfrey, Mark Zuckenberg, Henry Ford, Stephen Spielberg dan seterusnya.

Mungkin cara berpikirku salah. Tetapi aku hanya anak yang sedang mempertanyakan kejanggalan-kejanggalan akan pendidikan yang terus menerus membuatku gelisah dan bertanya-tanya. Aku memerlukan pendidikan, tanpa ragu. Tetapi sejujurnya, aku benci sekolah!

Aku tahu, pendidikan adalah kunci keberhasilan. Tapi, benarkah pendidikan harus selalu dan selamanya didapatkan dari sekolah? Aku jadi ragu tentang itu. Mengapa aku merasa sekolah justru hanya memberikan pengajaran dan bukan pendidikan? Bukankah seharusnya pendidikan adalah cara untuk menginspirasi manusia supaya mereka mencapai kualitas terbaik dari dirinya? Mengapa pendidikan selama ini demikian kurang ajar direduksi sebatas memberi guru-guru pekerjaan untuk mengisi otak kami dengan hafalan, huruf dan angka-angka, gambar-gambar dan apa saja yang kelak akan diukur dengan seperangkat soal dalam ujian? Aku tak mau masa depanku ditentukan oleh hasil ujian!

Sekolah, bagiku telah mempersempit cara berpikir dan potensi-potensiku. Sekolah mungkin mengajari kita cara berpikir kritis, problem solving, dan berbagai soft-skill kreativitas lainnya, tetapi di akhir, semuanya diukur dengan ujian! Ironis, sebab kita hanya diperbolehkan mengikuti satu jawaban dalam ujian, sehebat apapun cara kita menjawabnya, sekreatif apapun cara kita menemukan solusi bagi sebuah persoalan, selama tak sesuai kunci jawaban, guru-guru akan memberi kita tanda silang berwarna merah dan mungkin membuat kita tak lulus ujian. Itulah sebabnya mereka yang tak memiliki cara berpikir dan isi pikiran yang sama dan seragam dengan guru, sistem, dan kurikulum akan dianggap bodoh, tak lulus, tak memenuhi syarat, dan seterusnya. Di sekolah, yang dianggap pintar adalah mereka yang bisa menyelesaikan soal-soal, bukan mereka yang bisa menyelesaikan persolan.

Aku tidak bermaksud menolak sekolah, sebab nyatanya aku sendiri bersekolah, bekerja keras, mengikuti ujian, lulus, dan mendapat ijazah. Aku hanya ingin kita semua kembali memikirkan tentang itu, mendefinisikan ulang makna paling dalam dari pendidikan dan mempersoalkan berbagai masalah yang membuat sekolah dipenuhi kebusukan, sampah-sampah pikiran dan sampah-sampah perasaan.

Demikianlah, aku dan teman-temanku, kami, hidup dalam dunia tak sempurna. Saat pagi memaksa kami pergi ke sekolah untuk bekerja keras demi masa depan yang tak jelas. Guru-guru bagai diktator yang meneror kami agar menanam pohon masa depan yang seragam, disiram hafalan dan dipupuki serangkaian ujian yang membuat kami ketakutan.

Tulisan ketika aku masih SMA, dari sumber entah darimana. Tambahan:

Namun, di mana para orangtua kami saat kami rindu kasih sayang mereka? Mengapa mereka selalu sibuk? Mengapa pelajaran moral tak pernah sungguh-sungguh kami dapatkan dari lingkungan kami yang nyata?
-Menanti buku 'de schooling' terbit-

Jumat, 14 Februari 2014

Gelembung Sabun


http://www.entrepreneur.com/dbimages/article/h0/7-ways-survive-thrive-startup.jpgAgar bisa mempertahankan keberadaan dalam kehidupan bermasyarakat, seseorang, atau sekelompok orang harus mampu menciptakan fungsi ekonomisnya. Dengan itu, mereka dapat memenuhi kehidupan hidupnya pula. Semakin tinggi kemajuan ekonomi suatu masyarakat maka semakin tinggi dan beragam pula tingkat kebutuhan hidupnya. Peningkatan tingkat kebutuhan ini menciptakan peluang-peluang baru bagi anggota masyarakat lainnya.

Inilah hakekat sesungguhnya dari pertumbuhan ekonomi, yaitu pendapatan lebih pada suatu kelompok masyarakat cenderung menciptakan lapangan kehidupan pada kelompok lainnya.  Contohonya dapat kita lihat pada kehidupan masyarakat maju dan kaya yang kehidupannya menuntut adanya fungsi-fungsi dan kegiatan baru seperti industri pariwisata, hiburan, kesenian, dan berbagai kegiatan jasa lainnya.

Kegiatan-kegiatan tersebut adalah sesuatu yang tidak terdapat pada masyarakat yang masih miskin, yang masih harus bergulat dengan mempertahankan kehidupan biologisnya saja. Dengan kata lain dapat pula dikatakan bahwa kegiatan baru tersebut bukan bagian dari suatu kehidupan yang vital sifatnya.

Di negara-negara yang sudah sangat kaya dan modern, peranan kegiatan-kegiatan non-vital ini sudah sangat luas dan merusak ke dalam kehidupan masyarakatnya. Suatu bagian yang sangat besar dari masyarakat menggantungkan hidupnya pada kegiatan-kegiatan non-vital ini. Namun, perlu disadari bahwa kegiatan non-vital ini adalah kegiatan yang paling rapuh sifatnya.

Dalam keadaan normal, kegiatan yang bersifat meningkatakan kualitas hidup ini memang sangat menyenangkan. Betapa tidak, ia selalu ceria, kemilau, dan bergelimang berbagai kenikmatan. Namun, bilamana suatu krisis datang mengancam, maka tak pelak lagi jenis kegiatan inilah yang pertama-tama akan ditinggalkan orang dan berantai pengaruhnya.

Bayangkan saja ketika dalam keadaan krisis, kegiatan-kegiatan seperti bioskop, nite-club, show, dan sebagainya sudah akan terpaksa tutup. Dalam tingkat krisis yang lebih tinggi, perhatian orang akan fotografi, permainan anak-anak, alat kesenangan, perabot rumah, dan sebagainya akan merosot secara drastis dan tentunya kegiatan di bidang itu pun terpaksa terhenti.  Sudah dapat kita bayangkan, ketika dalam tingkat krisis yang tertinggi, hanya kegiatan yang bersifat vital saja yang masih dapat bahkan harus berjalan.

Dari gambaran ini dapat kita simpulkan bahwa suatu masyarakat modern yang kaya dilihat sepintas memang sangat menggiurkan karena bergelimang warna-warni kemilau, keceriaan, dan gelak tawa yang berderai-derai. Namun, sesungguhnya bagian terbesar dari kehidupan itu sangat rapuh sifatnya. Suatu sentuhan akan meruntuhkan segalanya ibarat gelembung sabun yang akan hancur lebur bila kena tiupan angin.


Dari buku Sejumlah Masalah di Perkotaan.

Note: Masyarakat saat ini sangat rentan jatuh melihat banyaknya dunia hiburan di sekeliling mereka. Ketika dunia hiburan menghilang, mereka akan kebingungan lantaran terbiasa hidup menyenangkan, tak tahu apa yang harus dilakukan. Akan banyak pertanyaan senada, "Apa yang harus kulakukan?" padahal masalah bertumpuk-tumpuk harus diselesaikan di sekitar mereka.