Segala puji bagi Allah, kepada-Nya kita memuji, memohon pertolongan, memohon ampunan, dan memohon perlindungan dari bahaya diri kita dan buruknya amal-amal perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk Allah ta’ala maka tiada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk –kecuali dengan izin Allah-. Dan saya bersaksi tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah ta’ala semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
Malam Sabtu ini Ma'had UI terasa sepi. Betapa tidak, sebagian dari kami masih ada kegiatan seusai Seminar Life di mushala SDIT Al Uswah. saat itu jam dinding mushala menunjukkan pukul 21.30. Ada yang mengurusi pengaderan, ada juga yang mengurusi arak-arakan untuk wisuda ITS #110. Padahal, besok kami ada undangan dari SDM Iptek untuk menghadiri kajian yang diisi Ust. Sahuri dari Camplong, Madura. Akhirnya, selepas subuh lalu membaca Al Quran dan dzikir pagi di mushala SDIT Al Uswah, sebagian dari kami kembali ke kamar karena harus menggenapkan tidur. Sebagian yang tidak ada kegiatan malam berangkat ke SDM Iptek.
Tak pernah kami sangka sebelumnya, kami memasuki ruangan yang bermandikan pendar sinar matahari dari atap fiberglass dipenuhi mahasiswa-mahasiwa (bahkan dosen) yang siap menanti datangnya Ust. Sahuri. Saat itu mereka membaca dzikir pagi bersama-sama. Kami hanya duduk sambil menggerakkan bibir mengikuti dzikir pagi seingat kami. Seusai dzikir pagi selesai, kami membaca Al Quran sendiri-sendiri. Tak lama kemudian, Ust. Sahuri datang. Beliau membawakan sebuah hadits yang Beliau tulis di papan tulis. Kurang lebih, isi kajian kami tuliskan di bawah ini.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap baik. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, dan janganlah engkau merasa lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan 'law' (seandainya) dapat membuka amalan syaitan.” (HR. Muslim)
Ada beberapa poin yang bisa kami jelaskan terkait hadist di atas
- Di sini tidak dijelaskan, mukmin yang kuat itu seperti apa. Apakah badannya, jasmaninya, ilmunya, atau hartanya. Ini menandakan bahwa kuat ini memakai makna umum, baik berupa jasmaninya, ruhiyahnya, fikriyahnya, maaliyahnya, dll.
- Ada "lebih baik" dan "keduanya tetap baik". Apa maksudnya? Keduanya tetap baik karena sama-sama beriman, sama-sama dicintai Allah.
- Ketika seseorang sudah cinta, ia akan mau memberikan apa saja untuk yang dicinta. Bagaimana jika dicintai Allah?
- Tetaplah bersemangat dan meminta pertolongan Allah sekalipun mampu. Siapa yang memberi ilmu, harta, dan kekuatan? Allah bukan?
- Jangan merasa tak mampu, tetaplah optimis.
- Sudah bersemangat, sudah penuh rencana, ketika ada musibah menimpa kita diluar saja, janganlah disesali apa-apa yang telah dilakukan dengan mengatakan, "seandainya begini, begini, begini" tetapi katakanlah "Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah dia kehendaki pasti terjadi."~seperti yang sudah tertulis di atas.
Kajian di sini diselingi dengan cerita-cerita yang tak membosankan sehingga jarang di antara peserta yang mengantuk. Terlebih lagi ketika MC membawakan acara yang membuat kami tertawa.


