Assalamu'alaikum
Yah, beginilah postingan yang ke 3 dari blogku. Ada vacuum posting luama gara-gara juarang ngenet. Dalam seminggu belum tentu bisa ngenet. Kalaupun bisa, biasanya enggak buka blog. Untuk postingan kali ini, ada sedikit cerita buat kalian. Pertama kali masuk, masuk Smala. Met nyimak :D
Awalnya aku enggak tahu apa itu Smala. Jadi enggak begitu tertarik milih Smala. Waktu ada S2EC, aku juga enggak tahu, bahkan mungkin enggak mau tahu. Banyak temen-temenku yang ikut, aku cuma duduk-duduk ngobrol bareng temen-temenku yang enggak ikut juga. Padahal waktu itu sudah enggak ada pelajaran lagi karena ujian sudah lewat. Yang kutahu, Smala itu punya SKI yang bagus soalnya masku pernah masuk Smala, aktif di SKI. Cuma itu. Nah, waktu lewat mading di SMPN 6, aku tertarik. Ada tempelan baru yang bernama SKILASCUP 2010, lomba SKI nya Smala. Aku yang lihat itu langsung kerasa 'wah' soalnya jarang-jarang ada lomba yang model gitu. Aku langsung mencari partner buat lomba karena rencanaku aku ikut lomba cerdas-cermat sama murattal.
Awalnya aku ngajak Abdul yang kebetulan ada di aula. Waktu aku kasih tau tentang SKILASCUP, Dio yang di sebelahnya denger juga tentang itu. Dia minta buat ikut lomba cerdas-cermat. Awalnya aku sebelah mata (maaf yo), jadi aku cuma bilang ya enggak apa-apa. Akhirnya aku ngajak mereka ke mading buat lihat informasinya. Setelah puas lihat kertas SKILASCUP, kami langsung ke ruang guru minta didaftarkan. (era katrok, jarang ikut lomba).
Waktu masuk ruang guru, kami segera mencari guru agama kami. Pak Mudjib Ridwan. Itulah nama beliau. Kami langsung berbincang-bincang dengan beliau hingga menghasilkan suatu keputusan. Kami diberi poster SKILASCUP dan daftar sendiri langsung di Smala. Kami juga diharuskan belajar lebih dalam tentang agama terutama Hadits dan sirah dan setelah seminggu kami diberi pertanyaan-pertanyaan. Semangat kami pun membara ditengah kehampaan laksana api dalam kegelapan. Sebelum pulang ke rumah masing-masing, kami merencanakan apa yang harus kami bawa untuk hari esok.
yeah.. besok adalah nafas segar bagi jiwaku yang rapuh.. Hatiku berbicara saat aku merebahkan diri sebelum tidur.
Paginya, kami bertemu untuk belajar bersama. Lokasi yang kami pilih adalah laboratorium komputer. Tempat yang hening, beralaskan karpet, berhembuskan udara kipas angin bersama pendingin ruangan. Setelah mendapat posisi 'pewe' dan tetap bersama, kami membagi tugas. Siapa yang dapat hadits, siapa yang dapat sirah, dan siapa yang dapat lain-lain. Melihat semangat kami yang menyala, aku mengingatkankan kembali supaya meluruskan niat. Belajar tidak untuk meraih medali, tetapi berawal dari mencari ilmu, supaya ilmu yang telah kami pelajari bermanfaat. Di tengah-tengah belajar bersama, kami pun membicarakan hari apa untuk mendaftar SKILASCUP. Maka kami sepakat untuk mendaftarkan bersama pada hari yang aku telah lupa hari apa itu. Sebut sajalah, hari kesepakatan kami. Setelah itu kami melanjutkan belajar diselingi saling bertanya.
Hari kesepakatan kami pun tiba. Semangat membara kami serasa lebih meninggi. Pagi itu kami segera berangkat ke Smala berboncengan. Meski hari itu agak mendung, kami melewatinya dengan kecerahan kami. (woo..) Maka, semangat kami pun menghantarkan kami menuju Smala.
Meski kami sekarang tak satu sekolah, persahabatan di antara kami masihlah satu hati dan semoga semangat kami tetap berkobar. :D
Skilas Cup opo Smala Cup se? - -a
BalasHapusSkilas Cup.. dulu aku g tau sama Smala..
BalasHapus