Senin, 01 Agustus 2011

Surat Waktu

Assalsmu'alaikum
Sayup-sayup kipas angin menderu, terbangkan nyamuk dalam kamarku. Entah, di awal bulan yang mulia ini, aku teringat banyak hal. Sembari hafalan ayat-ayat Quran, konsentrasiku terbelah. Aku ingin curahkan ingatanku yang membuatku tak tidur. Dalam selembar blog ini, kutuliskan "Surat Waktu", apa-apa yang aku alami setahun terakhir..

Surat 1. Pra Perisai
Hari itu hari kesekian kalinya aku jejakkan langkahku di Smala. Dengan santainya, aku duduk di kelas tunggu, menunggu kejutan dibalik pintu yang tertutup. Guyonan-guyonan yang asik pun terasa garing. Entah, kenapa kelas ini terasa tegang. Banyak yang membisu, yang terdengar hanya PK/KW yang berusaha menghibur dan diselingi suara-suara keras di luar sana. Maka, datanglah kartu identitas. Masing-masing menerima kertas yang sama. Perisai segi lima. Dan satu-persatu kami -murid baru- keluar dari kelas, memenuhi panggilan.

Ketegangan pun mulai terasa. Tak kusangka, instruksi yang kami terima sangat berbeda dengan yang kubayangkan. Teriakan suara pun bersahut-sahutan. Kulihat koridor terasa begitu panjang. Aku pun menarik nafas panjang, dan segera memenuhi panggilan yang memaksa.

Setelah berjalan dengan penuh konsentrasi -tak mengingat apapun selain ini-, aku pun tersenyum. Tersenyum karena baru kali ini aku rasakan hal yang begitu 'wah'. Seyuman ini sangat terasa ketika mas KW dan mas-mas Samurai memberiku semangat. Ya, senyuman yang lugu ini mengantarkanku pada ketenangan. Ketenangan yang akan hilang tak lama lagi.

Surat 2. Perisai
Pagi yang dingin kala itu masih melekat dalam ketenanganku. Cahaya merah di langit pudar akan hadirnya langit biru. Berpacu dengan waktu, baru kali ini aku merasakan kecepatan motor lebih dari 60km/jam. Akhirnya sampai juga di Smala. "Selamat datang generasi hebat calon pemimpin peradaban". Spanduk itu tak terbaca karena aku berlari menuju suatu tempat.

Dan itulah awalnya. Tak kusangka, tulisan ini akan memakan banyak waktu. Aku tersadar, sekarang masuk larut malam. Pikranku mulai lelah, sepasang mata ini ingin menarik diri..

Perisai, Samurai, Cheerliar, LDKMS, Sekbid IV, komputer, SS dan kepanitiaan. Aku khawatir, surat ini malah tak jadi tertulis karena aku tertidur di antara ketikan keyboard.. 

Ya, setahun itu begitu lama. Aku merasakannya, aku melewati banyak hal. Dan sekarang, hal baru muncul.
-Adik kelas-
Di antara menuntut ilmu, di antara kegiatan non-akademis, tanggung jawab semakin besar..

Bismillahirrahmanirrahim..

Wassalam

Jumat, 20 Mei 2011

Sebaran Ilmu 1 : Aplikasi portabel

Assalamualaikum
Woaa, lama enggak posting. Karena jarangnya ada kesempatan + jarang ada inspirasi (terkadang langsung lupa) jadi vacuum lagi. Kali ini, aku punya informasi menarik buat yang suka travelling 'enteng-entengan', yaitu mengenai aplikasi portabel. InsyaAllah bermanfaat (meski yang bukan suka travelling).

Definisi portabel menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah mudah dibawa-bawa; mudah dijinjing.

Definisi aplikasi tidak kuambil dari KBBI karena aplikasi disini mengacu ke arah TI. Jadi kuambil dari ilmukomputer.com yang artinya software (perangkat lunak) yang dibuat oleh suatu perusahaan komputer untuk mengerjakan tugas-tugas tertentu, misalnya Ms-Word, Ms-Excel.

Sedangkan Definisi aplikasi portabel menurut Wikipedia adalah sebuah perangkat lunak komputer yang dapat dibawa dalam peralatan portabel (contohnya: USB flash drive) dan dapat digunakan di setiap komputer tanpa perlu melalui proses instalasi terlebih dahulu. Ketika peratalan portable dihubungkan dengan komputer, aplikasi portabel tersebut dapat langsung digunakan. Keuntungan dari perangkat lunak jenis ini adalah Anda dapat membawa data beserta program yang dibutuhkan untuk membukanya ke mana saja untuk dapat dibuka di komputer manapun. Karena data disimpan di peralatan portabel, maka keamanan data tersebut juga diuntungkan karena tidak tersimpan di dalam komputer tertentu.

Nah, apa saja sih aplikasi portabel itu? Simak di bawah ini.

7Zip, aplikasi buat de/compress file dan folder.
Blender, aplikasi buat mengolah grafis 3D. Aku sendiri belum mahir memakai ini.
Foxit Reader, aplikasi buat membuka file jenis pdf. Ukurannya jauh lebih kecil dari Adobe Reader. Lebih ringan juga.
Geany, aplikasi IDE ini cocok buat pecinta programming. Tapi GTK tetap unduh sendiri ya :D.
GIMP, aplikasi buat mengolah grafis 2D. Namun harus banyak menyesuaikan diri bagi yang sudah terbiasa dengan Photoshop karena aplikasi ini sungguh 'berbeda'.
IDM, aplikasi ini sangat cocok buat yang suka mengunduh data disana-sini. Bisa dicari di Indowebster (khusus Indonesia).
OpenOffice.org, aplikasi layaknya MS Office. Sayangnya, GUI (penampilan) nya kuno jauh.
MediaGet, aplikasi buat mengunduh file jenis torrent. Dilengkapi dengan fasilitas pencarian torrent dan juga fasilitas media player. Bisa dicari di server Rusia.
Mozilla Firefox, aplikasi paling penting bagi penggila internet. Tanpa aplikasi ini, mungkin akan bersusah-susah via Internet Explorer 6 (kecuali kalau sudah ditingkatkan versinya).
Pidgin, aplikasi buat chatting. YM, GTalk, AIM, Bonjour, IRC, MXit, bahkan Facebook bisa lewat aplikasi ini. Menyenangkan bukan?
VLC Media Player, aplikasi ini sebagai pengganti Media Player Classic. Codecnya lebih lengkap, malah bisa buat streaming radio dan video.


Untuk hal sekuritas, aku lebih menyarankan untuk selalu sedia Smadav terbaru dalam storage atau anti virus lain yang mengakar dalam sistem komputer (installed). Tapi yang portabel juga ada, namanya ClamWin.

Lalu, apa kelebihan aplikasi portabel dibanding aplikasi yang terinstal?
Kelebihan pertama ada pada mobilitasnya. Karena ada komputer yang dipasang DeepFreeze, aplikasi yang membuat hardisk komputer hanya bisa menyimpan data sementara. Biasanya ini sangat berguna sewaktu di warnet.
Kelebihan kedua ada pada ukurannya yang lebih kecil. Ini karena biasanya ada file-file yang dihapus. Biasanya file tutorial atau help.

Dan semua yang ada di dunia ini berpasangan. Ada panjang, ada pendek. Ada terang, ada gelap. Ada kelebihan, ada kekurangan. Nah, apa sih kekurangannya?
Kekurangan aplikasi portabel biasanya lama dibuka karena biasanya ditaruh dalam flashdisk. Lalu ada sebagian file yang hilang.

Minggu, 20 Februari 2011

Parkir di manakah Engkau?

Assalamu'alaikum
Minggu 20 Pebruari 2011. Haa, aku kembali berselancar di dunia maya. Pada kesempatan ini, aku ingin menceritakan kisahku kemarin. Kisah yang menyadarkanku pada kepedulian. Tepatnya hari Sabtu ketika kegiatan non-akademis berlangsung di sekolah.

Pagi yang bertabur kehangatan surya, aku berangkat dari rumah Irsyad menuju Smala. Sebelumnya, aku menginap di rumah Irsyad bersama Mas Vovo. Untuk apa? Aku berlatih bahasa Pascal, Mas Vovo berlatih urusan geo-dalam hal peralatan karena Mas Vovo bersiap menghadapi final Geolympic di ITS hari ini. Semoga mereka menggemakan ‘Gema Almamater’. Sementara Irsyad? Aku tak begitu tahu aktifitasnya karena Ia ada di lantai atas kami. Kembali lagi ke taburan hangat surya. Pagi itu, mungkin pagi yang sedikit menyiksa mas Vovo. Mengapa? Karena Mas Vovo waktu itu naik sepeda. Sebelumnya, Ia mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju rumah Irsyad. Tapi Alhamdulillah, Mas Vovo masih bisa ceria. Sesampainya di sekolah, Irsyad dan Mas Vovo berkumpul bersama peserta fun bike. Sedangkan aku, memarkir motorku di depan masjid, dan segera ke luar sekolah mencari sarapan pagi (depan Multiplus). Maka mereka pun berangkat. Aku tak tahu, apakah Mas Vovo ikut atau tidak. Yang jelas, aku menikmati sarapanku [hehe..].

Tak bisa kuredam, tak bisa kupadam. Deru kendaraan berlalu lalang menembus celah-celah jendela masjid. Yang bisa kulakukan sementara, menjauh dan menghalanginya dengan pintu. Selepas sarapan, aku menuju kamar mandi dengan pintu tertutup[gak puenting..]. Setelah sarapan, aku kembali ke Smala menuju labkom. Di sana aku bertemu Mas Riski dan segera ijin ke kamar mandi. Sesudahnya, aku kembali lagi menuju labkom untuk kembali belajar bahasa Pascal sebagai persiapan olimpiade komputer tahun ini, hingga waktu hampir Dhuhur. Waw! Tugasnya banyak, tapi, “No pain, no gain”. Ujar Mas Riski. GO GET GOLD!

Seusai Dhuhur, aku kembali mengisi lambungku setelah 4 jam kotor terburai dalam dunia Pascal. Aku pun berkumpul dengan teman-teman Kebab, Kejar Bahasa Arab. Bahkan Mas Affan, alumni selaku mentor Kebab, duduk bersama dalam satu meja. Selepas itu, Kebab di mulai yang dilanjutkan dengan sedikit taujih dan tanya jawab seputar agama. Salah satu isinya adalah bersyukurlah kepada Allah karena merasakan nikmat Islam & Iman. Betapa banyak orang yang tidak mengenal Allah? Semoga kita tetap menuntut ilmu sehingga kita mengenal Allah.

Adzan Asar berkumandang. Dan iqamah telah dikatakan. Takbir pun terdengar. Sesaat aku mengalihkan pandanganku menuju pendopo utara dari Masjid. Aku melihat laki-laki muslim sedang duduk di undakan anak tangga pendopo. Ada apa dengannya? Semoga ia mendapatkan cahaya hidayah-Nya.
Seusai Asar berjamaah, aku kembali mengalihkan pandanganku menuju pendopo utara. Ternyata, di sana masih ada guru-guru SH kami [dulur]. Aku yang kebetulan di sebalah Ical-Afrizal segera memberitahukan hal ini. Maka kami berdua turun menuju pendopo utara. Kami pun berbincang-bincang mengenai SH, dan mengenai yang lain karena ada Irsyad yang selalu memecah kekakuan menjadi riang. Hingga sekitar pukul 16:53, kami mulai menyudahi pembicaraan. Semuanya mulai berpencar, aku melayangkan pandanganku ke depan masjid di mana letak motorku berada.

[!] Aku melihat kejanggalan pada motorku. Kejanggalan yang belum pernah kulihat sebelumnya. Helmku tidak ada di motor. Ada apa? Aku pun mencarinya di dalam masjid, tak ada. Di parkir balik masjid, kosong. Di pos satpam, tak ada orang. Aku menuju kantin. Disana ada Smalapala [tepatnya di wall] dan teman-teman Kebab[di kantin]. Aku menuju kantin memecah suasana mereka dengan mengumumkan kehilangan helmku. Mereka pun memberiku beberapa saran. Lalu aku menuju labkom, ternyata sudah dikunci. Lalu aku menuju dapur yang biasanya para pak bon berkumpul. Aku menanyakan pada mereka, mereka tak tahu. Malah mereka menyalahkanku karena parkir di depan masjid, bukan di parkir balik masjid. Mereka menyarankanku untuk ke Pak Wiji, penjaga parkir. Baiklah, aku kesana. Tetapi, Pak Wiji sudah tidak di tempat. Aku menuju sekpa, mungkin ada di sana. Tapi juga tak ada, malah tak ada siapa-siapa. Lalu aku kembali ke motorku, dan pak bon datang.

Pak Bon : “Yo opo, wes ketemu?”
Lujo       : “Belum pak.”
Pak Bon : “Yawes, ngene. Ojok dipangan ati, mungkin iki gawe peringatan ae. Lain kali ojok parkir neng ngarepe masjid.”
Lujo       : “Oya pak.”
Pak Bon : “Awakmu janji lho yo.”
Lujo       : “Iya pak”
Pak Bon : “Yawes, terno aku mrono.”
Lujo       : “Mana pak?”
Pak Bon : “Kono iku lho.”
Lujo       : “Oya pak.”
Pak Bon : “Nah, awakmu wes janji yo. Ojok dibaleni. Sajane helmu iku tak singitno.”
Lujo       : “Ealah pak, pak.”
Pak Bon : “ Sek yo. Lha iki lho.”
Lujo       : “Wah, matur nuwun pak. Sepurane yo pak. Sepurane.”
Pak Bon : “y owes, gapopo. Ojok dibaleni yo. Sajane motormu iku wes tak amati ket biyen. Pak bon sing liyane to ngamati motormu. Wes bolak-balik to, motormu mbok parkir neng kene?”
Lujo       : “Oiyo pak.”
Pak Bon : “Nah, sajane iki guduk karepku nyingitno helmu. Guduk karepe pak bon ambek satpam. Iki karepe kepala sekolah. Wes ditetapno lak parkir iku neng nggone, gak sembarangan. Mau yo wes entuk ijin lan helmu disingitno.”
for i:= 8 to n do begin writeln(); end; -beberapa percakapan di skip karena banyak kalimat yang mengulang-
Lujo       : “Lha mbiyen tau ono kasus ta pak?”
Pak Bon : “Yo Alhamdulillah setaun dua taun iki gak ono. Mbiyen ono kilangan motor pas wayahe areke magriban, motore ditinggal gak ono sing ngawasi. Smala iki lak berbaur se, lak ono maling nyamar nggawe klambi seragam yo gak ngerti. Be’e awakmu dulinan voli rame-rame, motormu disendeni terus di kunci T. Yo bablas le. Mbiyen yo ono, hp papat ilang karo duwik 800 ewu. Iku yo pas shalat. Padahal tase yo cedek areke. Bareng lengah, yo nangis areke. Awakmu kelas piro se?”
Lujo       : “Kelas X pak.”
Pak Bon : “O yo pantes awakmu gak ngerti. Yowes, iki gawe peringatan ae. Mbiyen malah kejem-kejeman. Parkir gak neng nggone, banne ditancepi paku. Saiki lak sabar kabeh. 500 ilang lak gak sebanding lak kilangan helm, opo maneh motor. Lak ngesakno wongtuwamu nukokno maneh. Awakmu lak parkir ngutang yo gakpopo kan? ‘Pak, sesuk pak. Pak, ngutang pak.’ Pak Wiji yo sabar to?”
for j:= n to m do begin if r<>m then writeln() else writeln(m-1); writeln(m);end;
Lujo       : “Matur nuwun nggeh, assalamu’alaikum pak.”
Pak Bon : “Wa alaikum salam.”

Sungguh mengharukan percakapan tersebut. Betapa pedulinya Smala terhadap kita. Beliau-beliau begitu khawatir jika terjadi apa-apa dengan kita. Apakah kalian masih memarkir motor kalian di luar parkir? Tunggu saja, akan ada pak bon yang menghampiri motor kalian. Lalu, siapa pak bon tersebut? Coming soon.
Disaat aku menuliskan tulisan ini, sebuah pesan singkat menggetarkan hpku tanpa nada.

Jumat, 04 Februari 2011

Kebahagiaanku Hari Ini

Assalamu'alaikum

Bismillahirrahmanirrahim

Aku kembali dalam tatapan penuh informasi. Tatapan dunia tanpa batas jarak dan waktu. Dunia maya. Namun, itu tak ada hubungannya dengan tulisanku kali ini. Hari ini salah satu hari yang membahagiakanku lebih dari hari-hari biasa. Entah, berapa poin yang membuat hariku menjadi tak seperti hari biasa. Memang nikmat dari Sang Maha Pencipta, Allah, tak bisa kita hitung. Maka dari itu biar ku tuliskan beberapa poin yang membahagiakanku

Poin pertama, saat langit mulai tampakan cahaya merah dari timur. Pagi itu aku diperbolehkan orangtuaku untuk menginap di salah satu tempat yang kuidamkan selama satu semester terakhir. Pagi itu sangat mebahagiakanku karena hari-hari sebelumnya disaat aku ijin untuk menginap, selalu tak diperbolehkan. Tempat itu sangat familiar denganku jika kalian mengetahuinya. Lab. Komputer Smala. Subhanallah. Peralatan-peralatan menginap yang sudah kupersiapkan malam sebelumnya akhirnya tidak sia-sia seperti hari-hari sebelumnya. Meski aku berangkat ke sekolah sedikit mepet bel sekolah, aku tetap riang di jalanan sewaktu berangkat.

Poin kedua, saat jam olahraga. Maaf tak bisa kuceritakan. Hehe..

Poin ketiga, saat jam sekolah usai sebagai intro poin ini. Saat kumbar, alias kumpul bareng, yang berarti rapat dalam istilah sekbid 4 dan timsos. Waktu itu Limpat, selaku sekbid 4 mengabarkanku akan sesuatu yang hilang yang kucari seminggu terakhir ini. Sebut saja 'X' sebagai nama samaran. Limpat tahu tentang X itu dari pak Chamdi, selaku wakasek-kesiswaan. Maka, setelah kumbar aku pun tak segera menuju Pak Chamdi karena saat itu pikiranku terutupi 'sebentar lagi shalat Jumat'.Setelah shalat Jumat, aku mengajak mimik, salah satu teman dekatku untuk bersama-sama ke ruang guru. Awalnya aku berniat untuk menemui pak Chamdi dan Pak Dahlan, selaku guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun sewaktu di dalam ruang guru, kami tak menemui Pak Dahlan sehingga kami segera menuju Pak Chamdi di dekat pintu utara ruang guru.

"Assalamu'alaikum, permisi pak. [setelah beliau jawab] Permisi pak, apa ada penemuan barang?" Setelah beliau jawab dan menunjukkan barang, serentak aku berbicara dalam hati, "Ya, itu yang kucari selama ini! Subhanallah!" Maka aku pun sedikit berbincang-bincang tentang hpku yang hilang seminggu yang lalu. Hp itu ditemukan Pak Chamdi sendiri di kantin dua hari yang lalu. Aku pun terheran-heran. Ada apa dengan Smala ini? Itu kapan-kapan saja. Yang penting saat ini, aku bersyukur karena hpku kembali. Alhamdulillah dan terima kasih Pak Chamdi..

Poin keempat, setelah shalat asar, seusai acara Messi, Meraih Surga Bersama Islam. Waktu itu aku mengajak Ijad, salah satu teman dekatku untuk pergi ke Indosat, salah satu provider telephone-internet. Poin ke empat ini ada hubungannya dengan hari sebelumnya. Seusai aku kehilangan hp, aku meminjam hp kakakku yang dibilang rusak sama kakakku. Rusaknya pada bagian charger. Tapi setelah coba-coba dengan  slot charger yang bentuknya mini USB, memang sih butuh waktu lama buat utak-atik. Tapi setelah sekitar satu jam, akhirnya bisa charging. Hp itu pun kupinjam, kubawa ke sekolah. HP itu adalah hp ZTE c100.

Dan sesuatu yang mengagumkan pun datang setelah beberapa hari. Waktu aku lagi surfing alias ngenet di sekolah, aku mendapat informasi yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Informasi itu adalah ternyata hp yang kupinjam bisa menjadi modem! Awalnya aku mendapat informasi hp itu bisa dibuat modem jika di isi kartu Flexi. Tapi ternyata, ada informasi lain yang sesuai dengan apa yang telah aku lakukan pada hari setelahnya. Hp itu bisa dibuat modem dengan kartu Starone, kartu yang kupakai semenjak duduk di bangku SMP! Maka, aku di Indosat meminta username beserta passwordnya. Dan sekarang, semoga aku berhasil mengubah hp itu menjadi modem aktif karena pulsaku belum cukup untuk register.

Poin kelima, setelah sepulang dari Indosat, kembali ke Smala. Aku bertemu dengan beberapa kawan dekatku. Dan kami membicarakan seuatu yang begitu membahagiakan lagi. Regenerasi. Regenerasi apa yang dimaksud? Coming soon at another site.

Wassalam

Minggu, 09 Januari 2011

Pertama Kali Masuk

Assalamu'alaikum

Yah, beginilah postingan yang ke 3 dari blogku. Ada vacuum posting luama gara-gara juarang ngenet. Dalam seminggu belum tentu bisa ngenet. Kalaupun bisa, biasanya enggak buka blog. Untuk postingan kali ini, ada sedikit cerita buat kalian. Pertama kali masuk, masuk Smala. Met nyimak :D

Awalnya aku enggak tahu apa itu Smala. Jadi enggak begitu tertarik milih Smala. Waktu ada S2EC, aku juga enggak tahu, bahkan mungkin enggak mau tahu. Banyak temen-temenku yang ikut, aku cuma duduk-duduk ngobrol bareng temen-temenku yang enggak ikut juga. Padahal waktu itu sudah enggak ada pelajaran lagi karena ujian sudah lewat. Yang kutahu, Smala itu punya SKI yang bagus soalnya masku pernah masuk Smala, aktif di SKI. Cuma itu. Nah, waktu lewat mading di SMPN 6, aku tertarik. Ada tempelan baru yang bernama SKILASCUP 2010, lomba SKI nya Smala. Aku yang lihat itu langsung kerasa 'wah' soalnya jarang-jarang ada lomba yang model gitu. Aku langsung mencari partner buat lomba karena rencanaku aku ikut lomba cerdas-cermat sama murattal.

Awalnya aku ngajak Abdul yang kebetulan ada di aula. Waktu aku kasih tau tentang SKILASCUP, Dio yang di sebelahnya denger juga tentang itu. Dia minta buat ikut lomba cerdas-cermat. Awalnya aku sebelah mata (maaf yo), jadi aku cuma bilang ya enggak apa-apa.  Akhirnya aku ngajak mereka ke mading buat lihat informasinya. Setelah puas lihat kertas SKILASCUP, kami langsung ke ruang guru minta didaftarkan. (era katrok, jarang ikut lomba).

Waktu masuk ruang guru, kami segera mencari guru agama kami. Pak Mudjib Ridwan. Itulah nama beliau. Kami langsung berbincang-bincang dengan beliau hingga menghasilkan suatu keputusan. Kami diberi poster SKILASCUP dan daftar sendiri langsung di Smala. Kami juga diharuskan belajar lebih dalam tentang agama terutama Hadits dan sirah dan setelah seminggu kami diberi pertanyaan-pertanyaan. Semangat kami pun membara ditengah kehampaan laksana api dalam kegelapan. Sebelum pulang ke rumah masing-masing, kami merencanakan apa yang harus kami bawa untuk hari esok.

yeah.. besok adalah nafas segar bagi jiwaku yang rapuh.. Hatiku berbicara saat aku merebahkan diri sebelum tidur.

Paginya, kami bertemu untuk belajar bersama. Lokasi yang kami pilih adalah laboratorium komputer. Tempat yang hening, beralaskan karpet, berhembuskan udara kipas angin bersama pendingin ruangan. Setelah mendapat posisi 'pewe' dan tetap bersama, kami membagi tugas. Siapa yang dapat hadits, siapa yang dapat sirah, dan siapa yang dapat lain-lain. Melihat semangat kami yang menyala, aku mengingatkankan kembali supaya meluruskan niat. Belajar tidak untuk meraih medali, tetapi berawal dari mencari ilmu, supaya ilmu yang telah kami pelajari bermanfaat. Di tengah-tengah belajar bersama, kami pun membicarakan hari apa untuk mendaftar SKILASCUP. Maka kami sepakat untuk mendaftarkan bersama pada hari yang aku telah lupa hari apa itu. Sebut sajalah, hari kesepakatan kami. Setelah itu kami melanjutkan belajar diselingi saling bertanya.

Hari kesepakatan kami pun tiba. Semangat membara kami serasa lebih meninggi. Pagi itu kami segera berangkat ke Smala berboncengan. Meski hari itu  agak mendung, kami melewatinya dengan kecerahan kami. (woo..) Maka, semangat kami pun menghantarkan kami menuju Smala.

Meski kami sekarang tak satu sekolah, persahabatan di antara kami masihlah satu hati dan semoga semangat kami tetap berkobar. :D